AIR
Air
sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air
untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di
setiap tempat, setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara.
Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan
manusia akan air. Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah, sehingga
mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria,1996: 3). Berdasarkan Keputusan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat
pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan
sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila
dimasak.
Bagi
manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh
manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian
tubuh. Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut
bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh. Sehingga untuk mempertahankan
kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang cukup bagi dirinya
(Suharyono, 1996). Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat
tergantung pada air, karena air dipergunakan pula untuk mencuci, membersihkan
peralatan, mandi, dan lain sebagainya. Manfaat lain dari air berupa pembangkit
tenaga, irigasi, alat transportasi, dan lain sebagainya yang sejenis dengan
ini. Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin
meningkat. Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut
ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan
tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum (Suripin, 2002).
Air
merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup
diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang
digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun.
Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya
makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja
maupun tidak disengaja.
Upaya
pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air
permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air
tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan
di banding sumber-sumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih
baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil. Akan tetapi air
yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering
ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan
penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Berdasarkan masalah di atas, maka perlu
diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa
menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia
harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu
hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya.
Ditinjau
Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran
akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan
penetapan kualitas air minum, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan
oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama
dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam
merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air
(Razif, 2001:4).
Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas
Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar
atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis.
- Persyaratan Fisika Air
Air yang berkualitas harus memenuhi
persyaratan fisika sebagai berikut:
- Jernih atau tidak keruh
Air yang keruh
disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak
kandungan koloid maka air semakin keruh.
2.
Tidak berwarna
Air untuk
keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung
bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan.
3.
Rasanya tawar
Secara fisika, air
bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin
menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam
tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya
asam organik maupun asam anorganik.
4.
Tidak berbau
Air yang baik
memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang
berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi
(penguraian) oleh mikroorganisme air.
5.
Temperaturnya normal
Suhu air sebaiknya
sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada
pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan
mikro organisme.
6.
Tidak mengandung zat padatan
Air minum
mengandung zat padatan yang terapung di dalam air.
- Persyaratan Kimia
Kandungan zat atau
mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun.
1) pH (derajat
keasaman)
Penting dalam
proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida
yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek
kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang
lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa
senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan.
2) Kesadahan
Kesadahan ada dua
macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan
sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan
dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air.
Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida
dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi
kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan
penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l
dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil
magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam
jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.
3) Besi
Air yang mengandung
banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air,
serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan
salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak
ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah
1,0 mg/l
4) Aluminium
Batas maksimal
yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001
yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang
tidak enak apabila dikonsumsi.
5) Zat organik
Larutan zat
organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun
sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup diperairan
6) Sulfat
Kandungan sulfat
yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat
merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa.
Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas.
7) Nitrat dan
nitrit
Pencemaran air
dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi
baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi
NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar
dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung
dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang
perjalanan oksigen didalam tubuh.
8) Chlorida
Dalam konsentrasi
yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil
dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan
ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air.
9) Zink atau Zn
Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan
terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual.
Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena
kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak.
·
Persyratan
mikrobiologis
Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai
berikut:
- Tidak mengandung bakteri patogen, missalnya: bakteri golongan coli; Salmonella typhi, Vibrio cholera dan lain-lain. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air.
- Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes, Phytoplankton colifprm, Cladocera dan lain-lain. (Sujudi,1995)
I.
COD (Chemical Oxygen Demand)
COD yaitu suatu
uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya
kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air
(Nurdijanto, 2000 : 15). Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan
Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B
maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l. apabila nilai COD melebihi batas
dianjurkan, maka kualitas air tersebut buruk.
II.
BOD (Biochemical Oxygen Demand)
Adalah jumlah zat
terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah bahan – bahan
buangan didalam air (Nurdijanto, 2000 : 15). Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah
bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah
oksigen yang dibutuhkan. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan
air jernih, mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin
rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. Kandungan BOD dalam
air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku
mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l.
Adanya penyebab penyakit didalam air dapat menyebabkan efek langsung dalam
kesehatan. Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikro penyebabnya
dapat masuk ke dalam air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari.
Standar
Kualitas Air di Perairan Umum
( Peraturan
Pemerintah No.20 Tahun 1990 )
No
|
Parameter
|
Satuan
|
Kadar
Maksimum
|
||||
Golongan A
|
Golongan B
|
Golongan C
|
Golongan D
|
||||
FISIKA
|
|||||||
1
|
Bau
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
Jumlah zat
padat terlarut
|
Mg/L
|
1000
|
1000
|
1000
|
1000
|
|
3
|
Kekeruhan
|
Skala NTU
|
5
|
||||
4
|
Rasa
|
-
|
|||||
5
|
Warna
|
Skala TCU
|
15
|
||||
6
|
Suhu
|
oC
|
Suhu udara
|
||||
7
|
Daya
Hantar Listrik
|
Umhos/cm
|
2250
|
||||
KIMIA
anorganik
|
|||||||
1
|
Air raksa
|
Mg/lt
|
0.001
|
0.001
|
0.002
|
0.005
|
|
2
|
Aluminium
|
Mg/lt
|
0.2
|
-
|
|||
3
|
Arsen
|
Mg/lt
|
0.005
|
0.05
|
1
|
1
|
|
4
|
Barium
|
Mg/lt
|
1
|
1
|
|||
5
|
Besi
|
Mg/lt
|
0.3
|
5
|
|||
6
|
Florida
|
Mg/lt
|
0.5
|
1.5
|
1.5
|
||
7
|
Kadmium
|
Mg/lt
|
0.005
|
0.01
|
0.01
|
0.01
|
|
8
|
Kesadahan
CaCO3
|
Mg/lt
|
500
|
||||
9
|
Klorida
|
Mg/lt
|
250
|
600
|
0.003
|
||
10
|
Kromium
valensi 6
|
Mg/lt
|
0.005
|
0.05
|
0.05
|
1
|
|
11
|
Mangan
|
Mg/lt
|
0.1
|
0.5
|
2
|
||
12
|
Natriun
|
Mg/lt
|
200
|
60
|
|||
13
|
Nitrat
sebagai N
|
Mg/lt
|
10
|
10
|
|||
14
|
Nitrit
sebagai N
|
Mg/lt
|
1.0
|
1
|
0.06
|
||
15
|
Perak
|
Mg/lt
|
0.05
|
||||
16
|
.pH
|
6.5 – 8.5
|
5 – 9
|
6 – 9
|
5 – 9
|
||
17
|
Selenium
|
Mg/lt
|
0.01
|
0.01
|
0.05
|
0.05
|
|
18
|
Seng
|
Mg/lt
|
5
|
5
|
0.02
|
2
|
|
19
|
Sianida
|
Mg/lt
|
0.1
|
0.1
|
0.02
|
||
20
|
Sulfat
|
Mg/lt
|
400
|
400
|
|||
21
|
Sulfida
sebagao H2S
|
Mg/lt
|
0.05
|
0.1
|
0.002
|
||
22
|
Tembaga
|
Mg/lt
|
1.0
|
1
|
0.02
|
0.1
|
|
23
|
Timbal
|
Mg/lt
|
0.05
|
0.01
|
0.03
|
1
|
|
24
|
Oksigen
terlarut (DO)
|
Mg/lt
|
-
|
>=6
|
>3
|
||
25
|
Nikel
|
Mg/lt
|
-
|
0.5
|
|||
26
|
SAR
(Sodium Absortion Ratio)
|
Mg/lt
|
-
|
1.5 – 2.5
|
|||
Kimia
Organik
|
|||||||
1
|
Aldrin dan
dieldrin
|
Mg/lt
|
0.0007
|
0.017
|
|||
2
|
Benzona
|
Mg/lt
|
0.01
|
||||
3
|
Benzo (a)
Pyrene
|
Mg/lt
|
0.00001
|
||||
4
|
Chlordane
(total isomer)
|
Mg/lt
|
0.0003
|
||||
5
|
Chlordane
|
Mg/lt
|
0.03
|
0.003
|
|||
6
|
2,4 D
|
Mg/lt
|
0.10
|
||||
7
|
DDT
|
Mg/lt
|
0.03
|
0.042
|
0.002
|
||
8
|
Detergent
|
Mg/lt
|
0.5
|
||||
9
|
1,2
Dichloroethane
|
Mg/lt
|
0.01
|
||||
10
|
1,1
Dichloroethane
|
Mg/lt
|
0.0003
|
||||
11
|
Heptachlor
heptachlor epoxide
|
Mg/lt
|
0.003
|
0.018
|
|||
12
|
Hexachlorobenzene
|
Mg/lt
|
0.00001
|
||||
13
|
Lindane
|
Mg/lt
|
0.004
|
0.056
|
|||
14
|
Metoxychlor
|
Mg/lt
|
0.03
|
0.035
|
|||
15
|
Pentachlorophenol
|
Mg/lt
|
0.01
|
||||
16
|
Pestisida
total
|
Mg/lt
|
0.1
|
||||
17
|
2,4,6
Trichlorophenol
|
Mg/lt
|
0.01
|
||||
18
|
Zat
Organik (KMnO4)
|
Mg/lt
|
10
|
||||
19
|
Endrin
|
Mg/lt
|
-
|
0.001
|
0.004
|
||
20
|
Fenol
|
Mg/lt
|
-
|
0.002
|
0.001
|
||
21
|
Karbon
kloroform ekstrak
|
Mg/lt
|
-
|
0.05
|
|||
22
|
Minyak dan
lemak
|
Mg/lt
|
-
|
Nihil
|
1
|
||
23
|
Organofosfat
dan carbanat
|
Mg/lt
|
-
|
0.1
|
0.1
|
||
24
|
PCD
|
Mg/lt
|
-
|
Nihil
|
|||
25
|
Senyawa
aktif biru metilen
|
Mg/lt
|
-
|
0.5
|
0.2
|
||
26
|
Toxaphene
|
Mg/lt
|
-
|
0.005
|
|||
27
|
BHC
|
Mg/lt
|
-
|
0.21
|
|||
Mikrobiologik
|
|||||||
1
|
Koliform
tinja
|
Jml/100ml
|
0
|
2000
|
|||
2
|
Total
koliform
|
Jml/100ml
|
3
|
10000
|
|||
Radioaktivitas
|
|||||||
1
|
Gross
Alpha activity
|
Bq/L
|
0.1
|
0.1
|
0.1
|
0.1
|
|
2
|
Gross Beta
activity
|
Bq/L
|
1.0
|
1.0
|
1.0
|
1.0
|
|
Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan
terlebih dahulu
Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air
minum melalui suatu pengolahan
Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan
Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan,
industri dan PLTA.
Kualitas air
yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar
dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh
air. Untuk mengetahui kualitas air tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan
laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air, meliputi Most
Probable Number (MPN) dan angka kuman. Pemeriksaan MPN
dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum, air bersih, air badan, air
pemandian umum, air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM. Khusus
untuk air minum, disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen, misalnya
bakteri golongan E. coli, Salmonella typhi, Vibrio cholera. Kuman-kuman
ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak
mengandung bakteri non-patogen, seperti Actinomycetes dan Cladocera
(Soewarno. 2002).
Persyaratan Kualitas air minum
secara Bakteriologis
Parameter
|
Satuan
|
Kadar maksimum yang diperbolehkan
|
Keterangan
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
|||
E. coli atau Fecal
coli
|
Jumlah per 100 ml sampel
|
0
|
|
|
|||
E. coli atau Fecal
col
|
Jumlah per 100 ml sampel
|
0
|
|
Total Bakteri Coliform
|
Jumlah per 100 ml sampel
|
0
|
|
|
|||
E. coli atau Fecal
col
|
Jumlah per 100 ml sampel
|
0
|
|
Total Bakteri Coliform
|
Jumlah per 100 ml sampel
|
0
|
Bagi manusia air minum adalah salah satu kebutuhan utama.
Mengingat bahwa berbagai penyakit dapat dibawah oleh air kepada manusia
memanfaatkannya, maka tujuan utama penyediaan air bersih/air minum bagi
masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawah oleh air. Penyediaan air
bersih selain kuantitas kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku.
Air minum yang memenuhi baik kuantitas maupun kualitas sangat membantu
menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare. Sehingga
pengawasan terhadap kualitas air minum agar tetap memenuhi syarat-syarat
kesehatan berdasarkan Kepmenkes RI No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang
syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum (Depkes, 2002)
Ditinjau
dari jumlah atau kuantitas air yang dibuthkan manusia, kebutuhan dasar air
bersih adalah jumlah air bersih minimal yang perlu disediakan agar manusia
dapat hidup secara layak yaitu dapat memperoleh air yang diperlukan untuk
melakukan aktivitas dasar sehari-hari (Sunjaya dalam Karsidi, 1999 : 18).
Ditinjau dari segi kuantitasnya, kebutuhan air rumah tangga menurut Sunjaya
adalah:
a.
Kebutuhan air untuk minum dan
mengolah makanan 5 liter / orang perhari.
b.
Kebutuhan air untuk higien yaitu
untuk mandi dan membersihkan dirinya 25 – 30 liter / orang perhari.
c.
Kebutuhan air untuk mencuci pakaian
dan peralatan 25 – 30 liter / orang perhari.
d.
Kebutuhan air untuk menunjang
pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas sanitasi atau pembuangan kotoran 4 – 6
liter / orang perhari, sehingga total pemakaian perorang adalah 60 – 70 liter /
hari di kota. Banyaknya pemakaian air tiap harinya untuk setiap rumah tangga
berlainan, selain pemakaian air tiap harinya tidak tetap banyak keperluan air
bagi tiap orang atau setiap rumah tangga itu masih tergantung dari beberapa
faktor diantaranya adalah pemakaian air di daerah panas akan lebih banyak dari
pada di daerah dingin, kebiasaan hidup dalam rumah tangga misalnya ingin rumah
dalam keadaan bersih selalu dengan mengepel lantai dan menyiram halaman, keadaan
sosial rumah tangga semakin mampu atau semakin tinggi tingkat sosial
kehidupannya semakin banyak menggunakan air serta pemakaian air dimusim panas
akan lebih banyak dari pada dimusim hujan.
Sumber air
merupakan salah satu komponen utama yang ada pada suatu sistem penyediaan air
bersih, karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak
akan berfungsi (Sutrisno, 2000 : 13). Macam-macam sumber air yang dapat di
manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut
1. Air laut
Mempunyai sifat asin, karena
mengandung garam NaCl.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini
maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum.
2. Air Atmosfer
Untuk menjadikan air hujan sebagai
air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun, karena masih
mengandung banyak kotoran. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif
terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini
akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. Juga air ini mempunyai sifat
lunak, sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun.
3. Air Permukaan
Adalah air hujan yang mengalir di
permukaan bumi. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama
pengalirannya, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-daun, kotoran industri
dan lainnya. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. Air
sungai digunakan sebagai air minum, seharusnya melalui pengolahan yang
sempurna, mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat
pengotoran yang tinggi. Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air
minum pada umumnya dapat mencukupi. Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan
oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk, yang menyebabkan warna kuning
coklat, sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman
tertentu di tengah-tengah.
4. Air tanah
Air tanah adalah air yang berada di
bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama
atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono,1993 :1).
5. Mata air
Yaitu air tanah yang keluar dengan
sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan
kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam.
Sistem
penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber
baku, unit pengolahan, unit produksi, unit transmisi, unit distribusi dan unit
konsumsi, yaitu (1)Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan
air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa
diambil dari air tanah, air permukaan, air hujan yang jumlahnya sesuai dengan
yang diperlukan. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya
memenuhi kualitas air bersih atau minum, dengan pengolahan fisika, kimia, dan
bakteriologi, kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan
akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. (3). Unit
produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan
jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa
tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. (4).
Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air
menjadi air bersih. Adapun
beberapa sumber air yang dapat diolah untuk mendapatkan air bersih, yaitu sumur
Dangkal/Dalam Pengolahan tidak lengkap hanya pengolahan Fe, Mn, dan pembubuhan
desinfektan, sungai Pengolahan lengkap bila kekeruhannya tinggi > 50. danau
NTU (Nephelometric Turbidity Unit) Pengolahan tidak lengkap, bila kekeruhan
< 50 NTU, unit transmisi berfungsi sebagai pengantar air yang diproduksi
menuju ke beberapa tandon atau reservoir melalui jaringan pipa. (Linsay, 1995).
ü
KOMENTAR :
Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan
terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata
berbeda-beda di setiap tempat, setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa
dan negara. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula
kebutuhan manusia akan air.
Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang
dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Sedangkan kuantitas
menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. Air
adalah materi esensial didalam kehidupan, tidak ada satupun makhluk hidup di
dunia ini yang tidak membutuhkan air. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri
terdiri dari air. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari
berat badannya. Tubuh orang dewasa, sekitar 55-60%, berat badan terdiri dari
air, untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . Air bersih
dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan
mereka. Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi
kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari
manusia. Ditinjau dari segi kualitas, ada bebarapa persyaratan yang harus
dipenuhi, di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau, warna dan rasa,
kulitas kimia yang terdiri atas pH, kesadahan, dan sebagainya serta kualitas
biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Agar
kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar, air bersih juga harus
tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat
tertentu dan kurun waktu tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar