Rabu, 17 Oktober 2012

Dampak Negatif Penggunaan Komputer Secara Berlebihan



Di zaman sekarang ini kita dituntut untuk peka terhadap teknologi. Bahkan kita juga harus pandai - pandai untuk menguasainya. Hal ini dapat dimulai dari penggunaan komputer sebagai pembelajaran teknologi dasar. Namun, sebelum mempelajarinya kita harus mengenali apa saja perangkat-perangkatnya dan apa dampak / pengaruh positif maupun negatifnya.

Dalam posting ini, saya hanya akan membahas dampak negatifnya saja. Karena, menurut saya hal ini harus sangat diperhatikan agar kita bisa menggunakan komputer, namun tetap memperhatikan dampak buruknya bagi diri si Pengguna ( Brainwarenya ).

Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3), adalah suatu aspek yang harus pertama kali menjadi perhatian dalam melakukan setiap kegiatan apapun, termasuk ketika bekerja menggunakan komputer. Penelitian telah mengungkapkan bahwa bekerja dengan komputer dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan keselamatan. Oleh karena itu, K3 merupakan aspek yang harus menjadi perhatian apabila bekerja dengan komputer.

Penelitian yang sudah dilakukan menyimpulkan bahwa pengguna komputer dapat menderita nyeri kepala, nyeri otot, dan tulang terutama bahu, pergelangan tangan, leher, punggung, dan pinggang bagian bawah. Selain itu, pengguna komputer juga masih dapat terserang penyakit lain seperti kesemutan, badan bengkak, anggota badan kaku, sakit ginjal, mata merah, berair, nyeri, dan bahkan gangguan penglihatan.

Posisi tubuh, posisi peralatan komputer, pencahayaan ruangan, dan kondisi lingkungan sangat mempengaruhi kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan saat bekerja dengan komputer.

Kita menyadari bahwa komputer yang digunakan berhubungan dengan listrik yang bertegangan tinggi. Maka dengan itu harus berusaha mencegah terjadinya resiko tersengat listrik. Untuk itu harus mengatur kabel-kabel listrik sedemikian rupa sehingga terhindar dari sengatan listrik, juga harus memperhatikan kabel-kabel dari kemungkinan terjadinya arus pendek yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran dan rusaknya peralatan komputer.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk terhindar resiko bekerja dengan komputer adalah sebagai berikut :

Aturlah posisi tubuh ketika bekerja menggunakan komputer sehingga merasa aman;
Aturlah posisi perangkat komputer dan ruangan sehingga merasa nyaman;
Makan, minum dan beristirahatlah yang cukup. Jangan menahan-nahan membuang air kecil karena terlalu asyik bekerja menggunakan komputer;
Sesekali gerakanlah badan untuk mengurangi ketegangan otot dan pikiran. Olah ragalah secara teratur;
Sesekali alihkan pandangan ke luar ruangan untuk relaksasi mata.

Mengatur Posisi Tubuh

Bahwa posisi tubuh saat bekerja dengan komputer sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Dengan mengetahui posisi tubuh yang memenuhi syarat K3, maka dapat mengatur posisi komputer dan penunjang agar dapat memberikan rasa nyaman.

Posisi Kepala Leher

Pada saat bekerja dengan komputer, posisi kepala dan leher harus tegak dengan wajah menghadap langsung ke layar monitor. Leher tidak boleh membungkuk atau mengadah, karena hal ini dapat menyebabkan sakit pada leher.

Posisi Punggung

Posisi punggung yang baik saat menggunakan komputer adalah posisi punggung yang tegak, tidak miring ke kanan / ke kiri, tidak membungkuk dan tidak bersandar terlalu miring ke belakang. Untuk mendapatkan posisi duduk yang baik dan nyaman.

Posisi Pundak

Posisi pundak yang baik adalah posisi pundak yang tidak terlalu terangkat dan tidak terlalu ke bawah. Bila otot di bahu masih terasa tegang, ini berarti posisi bahu masih belum benar.

Posisi Lengan dan Siku

Posisi lengan yang baik adalah apabila dapat mengetik dan menggunakan mouse dengan nyaman. Masing-masing orang mempunyai posisi nyaman tersendiri. Posisi lengan yang baik adalah bila tangan berada disamping badan, dan siku membentuk sudut yang lebih besar dari 90 derajat.

Posisi Kaki

Pada saat bekerja dengan komputer, kaki harus dapat diletakkan di lantai atau sandaran kaki dengan seluruh tapak kaki menyentuh lantai dan siku yang membentuk sudut tidak kurang dari 90 derajat.

1. Monitor

Monitor pada umumnya menggunakan tabung gambar (CRT) yang dapat memancarkan intensitas cahaya yang cukup tinggi untuk diterima oleh mata manusia. Oleh karena itu, bagian dari perangkat ini harus memiliki layar anti radiasi, agar mata terhindar dari kerusakkan.

Untuk mengurangi keluhan pada mata, ada yang beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Letakkan monitor sedemikian rupa di ruangan sehingga layar monitor tidak memantulkan cahaya dari sumber cahaya lain;
Letakkanlah monitor lebih rendah dari garis horizontal mata, agar tidak terlalu mengadah atau menunduk;
Aturlah monitor agar tidak terlalu terang dan gelap;
Sering-seringlah mengedipkan mata untuk menjaga mata agar tidak kering. Sesekali memandang jauh ke luar ruangan.

2. CPU (Central Processing Unit)

Bagian dari perangkat komputer ini tidak boleh langsung bersentuhan dengan tangan (basah) karena aliran listrik yang ada di CPU dapat menyengat manusia.

Tangan yang basah baik oleh air / keringat tidak boleh langsung bersentuhan dengan CPU;
Aliran listrik pada CPU dapat menimbulkan sengatan.

3. Kabel Komputer

Bagian perangakat dari komputer ini harus dihindari dari air, karena dapat menyebabkan hubungan singkat (korsleting). Hubungan singkat ini dapat menyebabkan kebakaran.

4. Keyboard

Penelitian menunjukkan bahwa posisi keyboard merupakan salah satu faktor penyebab nyeri otot dan persendian. Penyebab nyeri otot dan tulang yang disebabkan oleh keyboard adalah penggunaan jari-jari tertentu saja dalam waktu yang lama.

Hindari tumpahnya air pada keyboard yang dapat menyebabkan :

Keyboard hang / rusak;
Keyboard berlumut kekuning-kuningan dan tidak indah;
Hubungan singkat (korsleting).

Senin, 04 Juni 2012

Apa itu cinta sejati....????

Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang meskipun kamu tahu ia tak sendiri lagi dan meskipun kau tahu cintamu mungkin tak terbalas tapi kamu tetap mencintainya ???

pernahkah kau merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu ia takkan pernah perduli ataupun ia sebenarnya perduli dan mengerti tapi ia tetap saja memilih untuk pergi ?

Pernahkah kau merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama dan tertawa kala berpisah ???

AKU PENAH MERASAKAN ITU SEMUA !!!

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia, lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya.

Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)

Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati…terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…

Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata…

Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti Iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan….^_^

Cinta tak pernah akan begitu indah jika tanpa persahabatan…..yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan prosesnya…adalah irreversible……Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat.Jika kamu mencintai seseorang, jangan berharapbahwa seseorang itu akan mencintai kamu persis sebaliknya dalamkapasitas yang sama.Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yanglain akan dirasakurang………..Begitu juga dalam kasus. kamu yang mencari,dan yang lain akanmenanti……Jangan pernah takut untuk jatuh cinta….mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkinakanmenyebabkan kamu sakit dan menderita…..tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati, padaakhirnya kamu akan menangis…….jauh lebih pedih…karena saat itu menyadaribahwa kamu tidak pernah memberi….cinta.itusebuah jalan.Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuahkomitmen….Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja……Cinta tak harus berakhir bahagia…..karena cinta tidak harus berakhir…..Cinta sejati mendengar apa yang tidakdikatakan….dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebabcinta tidak datang dari bibir dan lidah ataupikiran………melainkan dari HATI.Ketika kamu mencintai, jangan mengharapkanapapunsebagai imbalan,karenajika kamu demikian, kamu bukanmencintai,melainkan…..investasi.Jika kamu mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan.Karena jika kamu mengharap kebahagiaan,kamu bukan mencintai….melainkan memanfaatkan.Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang kamucintai dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai, karena egomu yang tak berguna itu……..

Terkadang cinta itu membingungkanPenuh dengan ceritaCinta tidak mengenal sakit dan menyakitiCinta tidak mengenal bohong dan membohongiCinta tidak mengenal luka dan melukaiKarena sesungguhnya cinta itu hadir dengan sendirinyaAtas dasar Sebuah KEJUJURAN, KEPERCAYAAN dan TANGGUNG JAWAB…Berkata dengan kata2 indah itu baikNamun lebih baik lagi apabila berkata tanpa kata indah..!Sesungguhnya Cinta dinilai bukan dari sebuah kataTetapi lebih pada apa yang telah kita katakan…!!

kita hidup di dunia bkan untuk mncintai org yg smpurna,tetapi kita hidup dunia, ialah untuk mncintai seseorg dngan cara yg smpurna!!
jika jarak kita diibaratkan dngan 1000 langkah…engkau tak usah khawatir, kau hanya prlu 1 lngkah untuk mnghampiriku,.. karna aku akan mnempuh 999 langkah untuk mnghampirimu…

Cinta sejati itu tidak bertambah karena kebaikan sang kekasih dan juga tidak akan berkurang setelah mengetahui kekurangannya.

Cinta terkadang tak tau itu apa…terkadang begitu mendambakannya. Dan satu hal!cinta itu banyak makna,sehingga membuat jiwa terhanyut seakan tak mau terlepas…susah, sedih, senang, marah, benci, rindu, seeeemuuuaaa…
adalah ujian cinta…..kenapa cinta begitu
Karna cinta itu begini……

Cinta itu tidaklah boleh egois.dimana ada cinta, kasih sayng, kepercayaan;kedamaian,akan selalu mengikuti….

jika kamu bersedia bkorban untuknya, itu bkan cinta, tapi pengorbanan.
jika kamu ingin slalu ingin di sampingnya, itu bukan cinta, tapi kesepian.
jika kamu ingin memilikinya, itu bukan cinta, tapi ambisi.
jika kamu ingin memilikinya disaat oranglain memilikinya, itu bukan cinta, tapi kesetiaan.
jika kamu tidak bisa mengeluarkan kata-kata sedikit pun dihadapannya, itu bukan cinta, tapi rasa kagum.
jika kamu menerima kekurangannya itulah cinta.
jika kamu sedang bersama orang lain tapi masih memikirkannya itulah cinta.
jika ia membuat resah itulah cinta.
jika kamu merelakannya meskipun hatimu hancur saat dia di miliki oleh orang lain itulah cinta.

Rabu, 02 Mei 2012

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA PADA IBU NIFAS NORMAL DENGAN ASI EKSKLUSIF
DI DESA GLODOGAN KABUPATEN KLATEN


Tanggal           : 14 Juni 2010
Pukul               : 11.00 – 12.30 WIB           
I           PENGKAJIAN
A.    Anamnesa
1. Biodata / Identitas
        Nama              : Ny. T                                  Nama Suami    : Tn.S
 Umur              : 29 th                                   Umur               : 35 th
 Suku Bangsa : Jawa / Indonesia                 Suku Bangsa   : Jawa
 Agama            : Islam                                  Agama             : Islam
 Pendidikan     : SMA                                  Pendidikan      : SMA
 Pekerjaan        : IRT                                     Pekerjaan         : Swasta
 Alamat           :Glodogan Rt 02/ Rw 06    

2. Data subyektif
a.       Keluhan utama            : kepala pusing dan mata berkunang- kunang.
b.      Riwayat persalinan      : Ibu P1A0, persalinan normal , di PKU MUH.Wedi,Klaten.
By.M lahir normal ,BBL : 3850 kg, pada tanggal 19 Mei 2010 pukul 13.30 WIB.
c.       Riwayat post partum   : jahitan perinium tak nyeri, lokhea sudah tidak keluar, asi keluar kurang lancar.
d.      Lingkungan sosial       : ibu dan suami tinggal dengan orang tuanya di glodogan.
e.       Data psikologis           : ibu dan keluarga senang dengan bayi ini
f.       Data spiritual               : ibu taat beribadah
g.      Riwayat penyakit selama kehamilan   : tidak ada
h.      Riwayat kesehatan keluarga               :dalam keluarga tak ada yang mengidap penyakit menular maupun menurun

3.Riwayat kontrasepsi : setelah melahirkan anak yang pertama ibu belum menggunakan alat kontrasepsi apapun.

4.Data Obyektif
a.       Keadaan umum
1.      keadaan umum            : baik
2.      kesadaran                    : composmentis
b.      Tanda vital
1.      tekanan darah              : 110/80 mmHg
2.   suhu tubuh                  : 363 0 C
3.  denyut nadi                  : 82X/menit
5.      pernapasan                  : 24X/meit
c.       Pemeriksaan fisik
1.      muka
a.       oedema                  : tidak ada
b.      pucat                                 : ya
2.      mata
a.       kelopak mata         : agak pucat
b.      sklera                     : tidak ikterik
3.      mulut dan gigi
a.       lidah dan geraham : bersih
b.      gigi/gusi                 : tak ada karies dan tak epulis
c.       bibir                       : merah muda
d.      kelenjar tiroid        : tidak ada pembengkakan
e.       kel. getah bening   : tidak ada pembengkakan
4.      dada
a.       paru                       : tidak dilakukan pemeriksaan
b.      payudara               : simetris
c.       puting susu            : menonjol , ukuran pendek
d.      benjolan tumor      : tidak ada
e.       pengeluaran           : asi sudah keluar, tapi hanya sedikit
5.      jantung                                    : tidak dilakukan pemeriksaan
6.       abdomen                    : tidak ada luka OP , TFU tak teraba
7.      vulva dan perinium     : lokhea sudah tak keluar
8.      anus                             : tidak  hemoroid
9.      ekstremitas atas dan bawah    : tidak varises dan tidak oedema
10.  turgor kulit                              : baik
d.      Eliminasi                                             :
BAK/BAB                                          : -    BAK        : sehari 2-3x
-          BAB        : sehari 1x
Keluhan           BAB/BAK                  : tidak ada
e.       Hasil pemeriksaan laboratorium          : Hb : 11 % gr/dl (dilakukan tanggal 16  juni 2010 )
f.       Program terapi                                     : tablet Fe dan vit C

II   INTERPRETASI DATA
a.                   Diagnosa
Seorang ibu Ny.T 29 tahun P1A0 post partum spontan 35 hari dengan KIE ASI Eksklusif.
Dasar : -    KU : baik, kesadaran : Compos Metis
TD : 110/80 mmHg, N : 82X/mnt, S : 363 0 C, R : 24X/mnt
-          Asi sudah keluar , tapi sedikit
-          Lokhea sudah tak keluar, TFU tak teraba
-          BAK/BAB : keluar , tidak ada gangguan
-          Hb : 11 %gr/dl


b.                                                                                    Masalah
Ibu merasa bahwa produksi ASInya sedikit sehingga tidak dapat memuaskan bayinya
Dasar : Ibu mengatakan bahwa produksi ASInya sedikit sehingga tidak dapat memuaskan bayinya , bayi diberi susu formula.
c.                                                                                     Kebutuhan :
KIE asi eksklusif
KIE cara menyusui yang benar


III. DIAGNOSA POTENSIAL
      Tidak ada

IV. INTERVENSI
      Tidak ada

V.    PERENCANAAN                            Jam :11.15 WIB
1.                                                                                    Jelaskan pada ibu tentang asuhan masa nifas
2.      Jelaskan pada ibu tentang anemia masa nifas
3.      Berikan KIE ASI Eksklusif.
4.      Berikan pendkes cara menyusui yang benar.
5.      Ajari tentang perawatan payudara.
6.      Jelaskan tentang nutrisi ibu nifas.
7.      Suruh keluarga untuk selalu membantu ibu dalam merawat bayi dan melakukan kegiatan sehari- hari.

VI.                                              PELAKSANAAN
Tanggal : 07 juni 2010             jam : 12.30 WIB
·         Mencari KK Binaan bersama Bidan Desa Glodogan dan mengkaji ibu

Tanggal : 08 juni 2010               jam : 15.00 WIB
·         Melengkapi data yang masih kurang
Tanggal : 10 juni 2010               jam : 16.30 WIB
·         Melakukan penimbangan berat badan Bayi , hasil BB: 5 kg
Tanggal : 11 juni 2010               jam : 12.00 WIB
·         Memeriksa keadaan ibu dan bayi
Tanggal : 12 juni 2010               jam : 15.35 WIB
·         Memberi penyuluhan tentang asuhan masa nifas
·         KIE asi eksklusif
·         Memberi penjelasan tentang anemia masa nifas
·         Mengajari ibu cara perawatan payudara
·         Mengajari ibu cara menyusui yang benar

Tanggal : 14 juni 2010                           jam : 11.35 WIB
Ujian KK Binaan dengan materi penyuluhan :
·         Asuhan masa nifas
·         KIE ASI Eksklusif
·         Pendkes cara menyusui yang benar
·         Perawatan payudara
·         KIE Gizi nifas dan anemia

VII. EVALUASI

Tanggal : 14 juni 2010               jam : 12.30 WIB
·         KK Binaan mengambil kasus nifas normal dengan KIE ASI Eksklusif dan ibu sangat kooperatif      
Tanggal : 16  juni 2010                          jam : 18.00 WIB
·         Data sudah dilengkapi
Tanggal : 17 juni 2010               jam : 15.00 WIB
·         Ibu dan keluarga kooperatif
·         Ibu mengerti tentang nutrisi ibu nifas
·         Ibu bersedia memberikan ASI Eksklusif untuk bayinya
·         Ibu tau cara menyusui yang benar
·         Keluarga mau membantu ibu dalam merawat bayinya

ASKEB KEHAMILAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kehamilan adalah dimulai dari hasil konsepsi sampai lahirnya janin dengan lama kehamilan 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari), dihitung dari hari pertama haid terakhir dibagi atas 3 triwulan yaitu : kehamilan triwulan I antara 0 – 12 minggu, kehamilan triwulan II antara 12 – 28 minggu, kehamilan triwulan III antara 28 – 40 minggu. (Prawirohardjo, 2002)
Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kehamilan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pelayanan antenatal care merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi adanya kehamilan resiko tinggi. Dengan adanya antenatal care sebagai deteksi dini adanya kehamilan yang beresiko tinggi sebagai salah satu penyebab kematian ibu hamil. Antenatal care diharapkan dapat mengurangi angka kematian ibu dari 450/100.000 kelahiran hidup sehingga mencapai target AKI pada tahun 2010 dapat diturunkan sampai 125/100.000 kelahiran hidup. (Prawirohardjo, 2002)
Ibu hamil tersebut harus sering dikunjungi jika terdapat masalah dan hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan bila merasakan tanda-tanda kehamilan. Untuk itu wanita hamil terutama trimester ini untuk lebih sering memeriksakan diri sejak dini dengan tujuan dapat mengurangi penyulit pada saat inpartu (Pelaksanakan Kesehatan Maternal Dan Neonatal, 2002)
Untuk itulah tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan obstetric dan neonatal, khususnya bidan harus mampu dan terampil memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
1.2 Tujuan Penulisan
1.2.1 Tujuan Khusus
Menetapkan dan mengembangkan pola pikir secara alamiah kedalam proses asuhan kebidanan serta mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan kebidanan dengan menggunakan Manajemen Hellen Varney dalam memecahkan masalah pada Ny. “R” GIP00000 kehamilan 35 Minggu penulis diharapkan mampu :
1. Melaksanakan pengkajian data.
2. Mengidentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan.
3. Menentukan antisipasi masalah potensial.
4. Mengidentifikasi kebutuhan segera.
5. Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah.
6. Melaksanakan rencana asuhan dengan masalah.
7. Mengevaluasi keefektifan asuhan kebidanan yang telah dilaksanakan.
1.3 Manfaat Penelitian
1.3.1 Bagi Penulis
Dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh serta mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan kebidanan secara langsung pada ibu primi gravida trimester III sehingga dapat digunakan sebagai berkas penulis didalam melaksanakan tugas sebagai bidan.
1.3.2 Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai tambahan sumber kepustakaan dan perbandingan pada asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis trimester III.
1.3.3 Bagi Klien dan Keluarga
Agar klien mengetahui dan memahami perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan secara fisiologis maupun psikologis serta masalah pada kehamilan sehingga timbul kesadaran bagi klien untuk memperhatikan kehamilannya.
1.3.4 Bagi Lahan Praktek
Hasil penulisan dapat memberikan masukan terhadap tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
1.3.5 Bagi Masyarakat
Merupakan informasi kepada masyarakat tentang perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan baik secara biologis dan psikologis serta masalah pada kehamilan.
1.4 Sistematika Penulisan
Secara garis besar penulisan laporan asuhan kebidanan disusun secara sistematis menjadi Bab dengan susunan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Terdiri dari latar belakang, tujuan, manfaat, teknik pengumpulan data, tempat penyusunan serta sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Menguraikan tentang konsep dasar kehamilan fisiologis, konsep dasar ANC dan konsep dasar asuhan kebidanan.
BAB III TINJAUAN KASUS
Meliputi pengkajian data, interpretasi data dasar, antisipasi masalah potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi, implementasi dan evaluasi.
BAB IV KESIMPULAN
Meliputi kesimpulan dan saran.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Kehamilan
2.1.1 Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah masa dimulai dari hasil konsepsi sampai lahirnya janin dengan lama kehamilan 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. (Prawirohardjo, 2002)
2.1.2 Proses Kehamilan
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari :
a. Ovulasi/ Pelepasan Ovum
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh system hormonal yang komplek. (Mochtar Rustam, 1998 : Sinopsis Obstetri)
b. Terjadinya Migrasi Spermatozoa dan Ovum
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
Spermatozoa

Spermatosit Sekunder

Spermatid

Spermatozoa
Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa yang dapat mencapai tuba fallopi, tetapi satu saja yang dapat menembus dan membuahi ovum. Spermatozoa dapat untuk mengadakan konsepsi. (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri)
c. Terjadinya Konsepsi/ Pertumbuhan Zigot
Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa (konsepsi fertilisasi dan zigot). (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri)
d. Terjadinya Nidasi (Implantasi)
Nidasi biasanya terjadi setelah proses konsepsi dimana zigot akan mencari tempat yang subur untuk melakukan nidasi, biasanya uteri dinding depan atau belakang. (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri)
e. Pembentukan Placenta dan Mukosa Obstetri
 Desidua Kapsularis : meliputi hasil konsepsi kearah rongga rahim yang lama kelamaan bersatu dengan desidua vena karena obliterasi.
 Desidua Vera (Panetalis) : meliputi lapisan didalam dinding rahim lainnya.
(Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri)
f. Tumbuh Kembang Hasil Konsepsi Aterm
Usia Kehamilan PB Ciri Khas
Organogenesis
8 Minggu
12 Minggu
2,5 cm
9 cm  Kepala fleksi dada.
 Hidung, kuping dan jari terbentuk.
 Kuping lebih jelas.
 Kelopak mata dan genetalia mulai terbentuk.
Masa Fetus
16 Minggu
16 – 18 cm  Genetalia jelas terbentuk.
 Kulit merah tipis.
 Uterus telah penuh, desidua parientalis dan kapsularis menghilang.
 Kulit tebal dengan rambut lanugo.
 Kelopak mata jelas, alis dan bulu tampak.
Masa Perinatal
28 Minggu
35 cm  Berat 100 gram.
 Menyempurnakan janin.
2.1.3 Perubahan Fisiologis Pada Ibu Hamil
2.1.3.1 Perubahan Pada Sistem Reproduksi
a. Uterus
 Ukuran pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas > 4000 cc.
 Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi 100 gram pada akhir kehamilan.
b. Ovarium
 Ovulasi berhenti.
 Masih terdapat korpus graviditas sampai terbentuk yang mengambil alih mengeluarkan estrogen dan progesterone.
c. Vagina dan Vulva
Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina hipervaskulurasi, vagina dan vulva terjadi lebih merah atau kebiruan yang disebut Chadwick. (Manuaba, 1998, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana)
2.1.3.2 Perubahan Pada Organ Sistem Lainnya
a. Sistem Sirkulasi Darah
 Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25 % puncaknya pada kehamilan 32 minggu diikuti curah jantung (cardiac output) yang meningkat sebanyak + 30 %. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40 % saat mendeteksi cukup bulan.
 Jumlah leukosit meningkat 10.000 /cc begitu pula dengan produksi trombosit. (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri)
b. Sirkulasi Urinaris
Bila kepala janin mulai turun kebawah PAP, maka terdapat keluhan sering kencing ini disebabkan karena kandung kemih mulai tertekan. (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri)
c. Payudara
Selama kehamilan payudara bertambah besar, tegang, berat, hyperpigmentasi pada puting susu dan areola mammae. Pada usia kehamilan 12 minggu 3 bulan batas puting susu akan mengeluarkan susu (colostrum), karena problem ditekan oleh (prolaktin inhibiting hormonal). (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri)
2.1.4 Diagnosa Kehamilan
Lama kehamilan berlangsung sampai aterm sekitar 280 – 300 hari dengan perhitungan berikut :
1. Kehamilan 28 minggu dengan berat 1000 gr, bila berakhir disebut Keguguran.
2. Kehamilan 29 minggu sampai 36 minggu bila terjadi persalinan disebut Prematur.
3. Kehamilan 37 – 42 minggu disebut Aterm.
4. Kehamilan melebihi 42 minggu disebut Kehamilan Post Date.
2.1.5 Tanda-Tanda Gejala Kehamilan
1. Tanda-Tanda Presumtif
a. Amenorhoe (tidak dapat haid)
 Mengetahui kehamilan dan taksiran tanggal persalinan (TTP).
b. Mual dan Muntah (Nauses dan Vomiting)
 Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan.
 Sering terjadi di pagi hari (morning sickness).
 Mual dan muntah terlalu sering (hyperemesis).
c. Mengidam (ingin makanan khusus).
d. Pingsan
Bila berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat biasanya pingsan dan hilang sesudah 6 minggu.
e. Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri disebabkan pengaruh estrogen dan progesterone yang merangsang ductus dan alveoli payudara.
f. Anoreksia (nafsu makan menurun)
Hanya berlangsung pada trimester I kehamilan, kemudian nafsu makan timbul kembali.
g. Sering Kencing
 Pada TM I kandung kemih tertekan oleh uterus.
 Gejala ini akan hilang pada TM II.
 Timbul lagi pada TM III karena kandung kemih tertekan oleh kepala janin.
h. Obstipasi atau Konstipasi
Karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormone progesterone.
i. Pigmentasi Kulit
 Pada kehamilan 16 minggu keatas.
 Pengaruh peningkatan MSH (Melaphor Stimulating Hormone).
 Biasanya timbul di muka (cloasma gravidarum), areola mammae, leher dan dinding perut (line dan strie).
j. Epulis
Adalah hipertensi dari papil gusi (hipertrofi papilla ginggivale terjadi pada trimester I).
k. Varises
Dijumpai pada trimester II, dapat terjadi pada betis, kaki dan vulva. (Sinopsis Obstetri, Edisi 2, 1993 : 43)
2. Tanda-Tanda Kemungkinan Hamil
a. Perut membesar.
b. Uterus membesar, terjadi perubahan dalam bentuk besar dan konsistensi di rahim.
c. Tanda hegar : melunaknya perut bagian bawah.
d. Tanda Chadwick : warna kebiruan pada vagina.
e. Tanda Braxton hicks : kontraksi intrauterine selama kehamilan.
f. Teraba ballottement.
g. Reaksi kehamilan positif. (Sinopsis Obstetri, Edisi 2, 1998 : 44)
3. Tanda Pasti Hamil
a. Gerakan janin yang dapat dilihat dan diraba/ teraba juga bagian-bagian janin.
b. Denyut jantung janin :
 Didengar dengan stetoskop monoral laenec.
 Dicatat dan didengar dengan alat Doppler atau fetoskop.
 Dicatat dengan foto electro kardiogram.
 Dilihat pada ultrasonografi.
c. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto-foto roentgen, USG.
2.1.6 Perubahan Psikologis Wanita Hamil TM II
 Pada TM III ditandai dengan klimaks kegembiraan emosio karena kelahiran bayi disebut Periode Menunggu dan Waspada.
 Merasa khawatir.
 Meningkatkan kewaspadaan akan timbulnya tanda dan gejala terjadinya persalinan.
 Melindungi bayinya agar terhindar dari bahaya.
 Butuh dukungan dari suami, keluarga dan bidan.
 Persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua.
2.1.7 Cara Menentukan Tuanya Kehamilan dan Berat Badan Janin dalam Kandungan
1. Dilihat dari tanggal dari terakhir.
2. Ditambah 4,5 bulan dari waktu ibu merasa janin hidup “Feeling Life” (Quickening).
3. Menurut Spiegelbreg dengan jalan mengukur tinggi (fundus uteri dari symphisys, maka diperoleh data :
Usia Kehamilan Tinggi Fundus Uteri Dari Simphisis
22 – 28 Minggu 24–25 cm diatas simphisis.
28 Minggu 26,7 cm diatas simphisis.
30 Minggu 29,5–30 cm diatas simphisis.
32 Minggu 29,5–30 cm diatas simphisis.
34 Minggu 31 cm diatas simphisis.
36 Minggu 32 cm diatas simphisis.
38 Minggu 33 cm diatas simphisis.
40 Minggu 37,7 cm diatas simphisis.
4. Menurut Mc. Donald adalah modifikasi spielberg yaitu fundus sampai dengan simphisis dalam cm dibagi 3,5 merupakan tuanya kehamilan dalam bulan. (Sinopsis Obstetri, 1998, Edisi 2 : 53)
5. Tinggi fundus uteri  hanya berguna untuk letak kepala “Borto Lomew”
Usia Kehamilan Tinggi Fundus Uteri Dari Simphisis
36 Minggu 3 jari dibawah pusat
32/40 Minggu ½ pusat pusat
28 Minggu 3 jari diatas pusat
24 Minggu Setinggi pusat
20 Minggu 3 jari dibawah pusat
16 Minggu ½ sympisis pusat
12 Minggu 3 jari diatas symphisis.
(Sinopsis Obstetri, 1998)
2.1.8 Ukuran Panggul Luar
1) Distansia Spinarum : Jarak antara kedua spina ischialia anterior superior 24 – 26 cm.
2) Distansia Cristarum : Jarak antara crista illiaka kanan kiri 28 – 30 cm.
3) Konjugata Externa : (boudeloque) 18 – 21 cm.
4) Lingkar Panggul : 80 – 90 cm.
5) Conjugata Diagonalis : (periksa dalam) 12,5 cm.
6) Distansia Tuberum : (dipakai oseander) 10,5 cm.
2.1.9 Ukuran Panggul Dalam
Pintu atas panggul merupakan suatu bidang yang dibentuk oleh promontorium, linea innominata dan pinggir atas symphisis pubis.
1. Conjugata vera : dengan periksa dalam diperoleh conjugate vera diagnosis 1,5 – 11 cm.
2. Conjunggata transversa : 12 – 13 cm.
3. Conjunggata oblique : 13 cm.
4. Conjunggata obstetrica : adalah jarak bagian tengah symphisis ke promontorium.
Ruang tengah panggul :
1. Bidang terluar ukurannya 13 – 12,5 cm.
2. Bidang tersempit ukurannya 11,5 – 11 cm.
3. Jarak antara spina ischialia 11 cm.
Ruang bawah panggul :
1. Ukuran anterior – posterior 10 – 11 cm.
2. Ukurang melintang 10,5 cm.
3. Arkus pubis membentuk sudut 900 atau lebih.
2.1.10 Pengawasan Antenatal
Pengawasan antenatal dan post natal sangat penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu maupun perinatal.
a. Antenatal Care : pengawasan dan perkembangan persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.
b. Prenatal Care : pengawasan sebelum kehamilan.
c. Anteportal : pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada ibunya.
Secara khusus antenatal care bertujuan untuk :
1) Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil, persalinan dan masa nifas.
2) Mengenal dan menangani sedini mungkin penyakit yang terdapat saat kehamilan, saat persalinan dan masa nifas.
3) Memberikan nasehat dan petunjuk yang terkait dengan kehamilan, persalinan, masa nifas, laktasi, dan aspek keluarga berencana.
4) Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.
2.1.11 Pemeriksaan Abdomen
1. Leopold I
 Untuk menghadap kearah muka ibu hamil.
 Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin dalam fundus.
 Konsistensi uterus.
 Menentukan letak kepala dan bokong dengan satu tangan di fundus dan satu tangan lain diatas symphisis.
2. Leopold II
 Menentukan samping rahim kanan kiri.
 Menentukan letak punggung janin.
 Letak lintang, ditentukan dimana kepala janin variasi budin.
 Menentukan letak punggung dengan satu tangan menekan di fundus variasi ahfield.
 Menentukan letak punggung dengan pinggir tangan kiri diletakkan ditengah perut.
3. Leopold III
 Menentukan bagian terbawah janin apakah bagian terbawah janin sudah masuk PAP atau masih goyang.
4. Leopold IV
 Pemeriksa menghadap kearah kaki ibu hamil.
 Bias juga menentukan bagian bawah janin apa dan berapa jauh sudah masuk PAP.
2.1.12 Nutrisi Ibu Hamil
Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung kalori, zat pembangun dan zat yang sesuai dengan kebutuhan gizi.
1) Trimester I
Mengetahui penurunan nafsu makan karena mual dan muntah untuk mengatasi rasa mual dan muntah sebaiknya porsi makan ibu diberikan lebih sedikit dengan frekuensi lebih sering.
2) Trimester II
Nafsu makan meningkat kebutuhan zat tenaga banyak dibandingkan dengan kehamilan muda. Kebutuhan gizi pembangun dan pengatur seperti laut pauk, sayur dan buah-buahan berwarna.
Tambahan Konsumsi Makanan Sehari-Hari
Nasi ½ Piring
Ikan ½ Potong
Tempe 1 Potong
Sayuran ½ Mangkok
Susu 1 Gelas
Air 2 Gelas
3) Trimester III
Nafsu makan sangat baik dan ibu merasa lapar, hindari makanan berlebihan, sehingga berat badan naik terlalu banyak. Bahan makanan yang banyak mengandung lemak dan hidrat arang seperti yang manis-manis dan goreng-gorengan dikurangi.
2.2 Konsep Dasar Antenatal Care (ANC)
2.2.1 Pengertian ANC
Adalah pengawasan sebelum anak lahir terutama ditunjukkan bila anak.
2.2.2 Tujuan
a. Tujuan Umum Antenatal Care
Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.
b. Tujuan Khusus Antenatal Care
1) Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan dan nifas.
2) Mengenali dan mengobati penyulit-penyulit yang mungkin diderita sedini mungkin.
3) Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak.
4) Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan, nifas dan laktasi.
2.2.3 Jadwal Pemeriksaan Kehamilan
a) Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat 1 bulan.
b) Satu kali kunjungan pada trimester I (sebelum 14 minggu).
c) Satu kali kunjungan TM II (selama 14 – 28 minggu).
d) Satu kali kunjungan TM III (antara minggu 28 – 36 minggu dan sesudah minggu ke 36).
2.2.4 Pelayanan/ Asuhan Standart
1. Timbang berat badan.
2. Ukur tinggi fundus uteri.
3. Pemberian imunisasi tetanus toxsoid (TT) lengkap.
4. Pemberian (Tablet zat gizi), minum 90 tablet selama kehamilan.
5. Test terhadap penyakit menular sexual.
6. Mengukur tekanan darah.
7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. (Bobak, 2005, Keperawatan Maternitas, Edisi 4)
2.2.5 Informasi Tentang Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan
Semua ibu hamil mengetahui tanda-tanda kehamilan agar ibu waspada dan cepat segera mengambil keputusan bila tanda bahaya muncul. Adapun tanda-tanda bahaya kehamilan, diantaranya :
1. Pendarahan pervaginam.
2. Sakit kepala berlebihan.
3. Gangguan penglihatan.
4. Pembengkakan pada wajah dan tangan.
5. Nyeri abdomen (epigastrik).
6. Gerak janin berkurang/ janin tidak bergerak sebanyak biasa. (Maternal/ Neonatal, 2002)
2.3 Konsep Dasar Manajemen Hellen Varney
2.3.1 Pengkajian
Merupakan langkah awal untuk mendapatkan data dari keadaan ibu hamil melalui anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Data-data atas klasifikasikan sebagai data subyektif, obyektif, penunjang.
A. DATA SUBYEKTIF
Data subyektif adalah data yang didapatkan dari hasil wawancara (anamnesa) langsung kepada klien dan keluarga, tim kesehatan lainnya. Data subyektif ini mencakup semua keluhan dari klien terhadap masalah kesehatan yang dialami. Dengan hasil anamnesa terhadap klien tentang masalah kesehatan yang dialami meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Biodata
Biodata berisi identitas klien bersama suaminya yang meliputi : nama, umur, agama, pendidikan, pekerjaan, suku/bangsa, alamat dan status perkawinan.
2. Keluhan Utama
Ditanyakan apa yang dirasakan sekarang sehingga klien dating ke klinik atau petugas kesehatan.
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Penyakit berat apa yang diderita klien yang dapat mempengaruhi kehamilannya (trauma, gangguan hati, hipertensi, kencing manis, jantung, asma, tumor, haid terlalu lama (terlalu sering).
4. Riwayat Kesehatan lalu
Apakah menderita trauma, gangguan hati, hipertensi, kencing manis, jantung, tumor, asma.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ditanyakan apakah didalam keluarganya ada yang menderita penyakit menurun/ menular, tidak ada keturunan kembar.
6. Riwayat Kebidanan
a. Riwayat Haid
Terdiri dari menarche umur berapa, haid teratur atau tidak, siklus haid berapa hari, lama haid, banyak, warna, bau, apakah ada keluhan sebelumnya, selama haid atau sesudah haid bagaimana menstruasi, flour albus/ tidak.
b. Riwayat KB
Ditanyakan apakah klien ikut KB atau tidak, kalau ya kapan dan jenis apa, sudah memakai berapa lama.
c. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas lalu
Yang perlu ditanyakan adalah klien saat ini hamil ke berapa, keluhan yang dirasakan selama hamil, persalinan.
7. Pola Kebiasaan Sehari-Hari
a. Pola Nutrisi
Bagaimana nafsu makannya, berapa kali makannya dalam sehari, bagaimana komposisinya, berapa banyak jumlah minumnya, apa saja minumnya, air putih, susu, teh dan kopi.
b. Pola Aktivitas
Hal yang perlu ditanyakan adalah kegiatan apa saja yang dilakukan sehari-hari bila klien bekerja, mulai jam berapa, dimana ditanyakan sebelum dan selama hamil.
c. Pola Eliminasi
Hal yang perlu ditanyakan tentang pola BAK dan BAB nya sebelum hamil dan selama hamil, terdapat keluhan atau tidak, berapa frekuensinya dalam sehari, warna, konsistensi.
d. Pola Istirahat atau Tidur
Hal yang perlu ditanyakan, bagaimana tidurnya dalam sehari, berapa lama waktu tidurnya (jam berapa sampai jam berapa), apa ada gangguan tidur/ tidak. Semua itu ditanyakan sebelum dan selama hamil.
e. Pola Personal Hygiene
Ditanyakan tentang berapa kali mandi dalam sehari, gosok gigi, ganti baju, mencuci rambut dalam seminggu berapa kali.
f. Pola Seksualitas
Hal yang ditanyakan adalah sebatas frekuensi hubungan seksualitas dalam seminggu.
B. DATA OBYEKTIF
Adalah data yang diperoleh melalui pemeriksaan fisik yang terdiri dari inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi dan pemeriksaan yang terdiri dari :
1. Keadaan Umum
Bagaimana tingkat kesadaran, postur tubuh, cara berjalan, TB, BB (sebelum dan saat hamil), berapa kenaikannya, serta berapa ukuran lilanya untuk mengetahui status gizi buruk.
2. Tanda-Tanda Vital
Tekanan darah : 110/70 – 140/90 mmHg
Suhu : 36,5 – 37,40C
Nadi : 76 – 92 x/menit
RR : 16 – 24 x/menit
3. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi
Kepala : Warna rambut, bentuk rambut, rambut tidak rontok, kulit kepala bersih atau kotor, rambut ada ketombe atau tidak.
Muka : Pucat atau tidak, ada oedem atau tidak.
Mata : Simetris atau tidak, conjugtiva merah muda atau tidak.
Hidung : Simetris atau tidak, ada secret atau tidak, ada polip atau tidak.
Telinga : Simetris atau tidak, ada serumen atau tidak.
Mulut dan Gigi : Bibir lembab atau tidak, ada stomatitis atau tidak, ada caries atau tidak, kotor atau tidak, gusi berdarah atau tidak, ada gigi palsu atau tidak, lidah bersih atau tidak.
Telinga : Simetris atau tidak, ada serumen atau tidak.
Dada : Simetris atau tidak, puting susu menonjol atau tidak, ada hyperpigmentasi atau tidak, sudah keluar colostrom atau tidak.
Abdomen : Simetris atau tidak, ada luka operasi atau luka bekas operasi, ada linea nigra atau tidak.
Punggung : Simetris atau tidak, ada kelainan tulang belakang atau tidak.
Genetalia : Bersih atau tidak, oedem atau tidak, ada perdarahan atau tidak.
Ekstremitas atas : Bersih atau tidak, ada kelainan jari atau tidak, ada kelainan gerak atau tidak, oedem/ tidak.
Ekstremitas bawah : Bersih atau tidak, ada kelainan jari atau tidak, oedem/ tidak.
b. Palpasi
Kepala : Ada nyeri tekan atau tidak, ada benjolan atau tidak.
Leher : Ada pembesaran kelenjar tyroid atau bendungan vena jugularis atau tidak.
Dada : Ada benjolan abnormal atau tidak, ketika dipalpasi keluar ASI atau tidak, ada nyeri tekan atau tidak.
Abdomen :
Leopold I : Untuk menentukan bagian apa di fundus, mengukur tinggi fundus uteri.
Leopold II : Apakah yang ada disamping kanan kiri jika lintang akan teraba kepala dan bokong, untuk menentukan puka dan puki.
Leopold III : Untuk menentukan bagian terbawah janin apa sudah masuk PAP atau belum.
Leopold IV : Untuk menentukan seberapa jauh bagian terbawah janin masuk PAP.
c. Auskultasi
Dada : Ada wheezing dan ronchi atau tidak.
Abdomen : DJJ terdengar atau tidak.
d. Perkusi
Abdomen : Kembung/ tidak.
Ekstremitas atas : Reflek patella /
4. Pemeriksaan Panggul Luar
Alat yang digunakan ada metelin
a) Distansia Spinarum : 24 – 26 cm
b) Distansia Cristarum : 20 – 30 cm.
c) Conjugata Externa : 18 – 20 cm
d) Lingkar Panggul : 80 – 90 cm.
5. Pemeriksaan Laboratorium
Yaitu pemeriksaan yang dilakukan di Ruang Laboratorium (urine, tinja, darah) untuk menanyakan diagnosa dan ketidak normalan.
6. Pemeriksaan Penunjang
Yaitu pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan diagnosa (USG).
2.3.2 Identifikasi Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan
Yaitu diagnosa atau masalah yang tidak ditegakkan berdasarkan data subyektif dan obyektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Analisa merupakan proses yang dinamik. Analisa sesuai dengan perkembangan pasien dan menjamin sesuai dengan perubahan baru, cepat diketahui dan dapat diambil tindakan yang tepat.
DX : Ny…..G…P…UK…Minggu, hidup/mati, tunggal/ganda, letak kepala/bokong, intra uterin/extra uterin, keadaan jalan lahir normal atau tidak, keadaan umum ibu baik atau tidak.
DS : Adanya komunikasi verbal dari (klien, keluarga, paramedic) yang mengatakan tentang kondisi yang dialami ibu hamil.
DO : Keadaan umum baik.
Kesadaran
TTV : Tensi : 100/70 – 130/90 mmHg
Suhu : 36,5 – 37,40C
Nadi : 76 – 92 x/menit
RR : 16 – 24 x/menit
Palpasi : Leopold I : Untuk menentukan dan bagian apa yang ada di fundus.
Leopold II : Apakah yang ada disamping kanan kiri abdomen jika lintang akan ada (teraba) kepala dan bokong.
Leopold III : Untuk menentukan bagian terbawah janin sudah masuk PAP/belum.
Leopold IV : Untuk menentukan seberapa jauh bagian terbawah janin masuk PAP.
Auskultasi : Dada : Terdengar bunyi ronchi atau wheezing atau tidak.
Abdomen : Meteorismus/tidak, DJJ.
Perkusi : Lutut : Reflek patella.
Abdomen : Kembung atau tidak.
2.3.3 Antisipasi Masalah Potensial
Mengidentifikasi masalah dan diagnosa potensial lainnya berdasarkan rangkaian masalah dengan diagnosa yang ada dan timbul tidak segera diatasi akan mengganggu keselamatan jiwa.
2.3.4 Mengidentifikasi Kebutuhan Segera
Merupakan langkah sebagai proses Manajemen tidak hanya pada pemberian pelayanan dasar pada kunjungan antenatal tetapi juga pada saat bidan berada dengan klien.
2.3.5 Intervensi
Yaitu perkembangan rencana sebagai proses merupakan langkah lanjutan setelah diagnosa ditegakkan. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang telah diubah teridentifikasi dari klien.
Diagnosa : Ny…..G….P….UK….minggu, hidup/ mati, tunggal/ ganda, letak kepala/ bokong, intra uterin/ extra uterin, keadaan jalan lahir normal/ tidak, keadaan umum ibu baik/ tidak.
Tujuan : Setelah dilakukan pemeriksaan asuhan kebidanan selama 1 x 30 menit diharapkan ibu mengerti keadaan kehamilannya.
Kriteria hasil : Keadaan umum ibu baik
TTV dalam batas normal.
Ibu dapat mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh petugas.
Ibu dapat mengulang penjelasan yang diberikan oleh petugas.
Intervensi :
1. Lakukan pendekatan terapeutik dengan pasien dan keluarga.
R/ : Dengan pendekatan terapeutik akan terbuka hubungan baik antara pasien, keluarga dan petugas.
2. Berikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan.
R/ : Klien dapat kooperatif dalam tindakan.
3. Berikan penjelasan kepada ibu tentang kehamilannya.
R/ : Dengan mengetahui keadaan kehamilannya, ibu dapat menjaga dan mau melakukan nasehat tenaga kesehatan.
4. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi.
R/ : Untuk menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.
5. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi obat-obatan yang telah diberikan.
R/ : Untuk kesehatan dan perkembangan ibu dan janin.
6. Anjurkan pada ibu untuk istirahat dan mengurangi kerja berat.
R/ : Relaksasi otot-otot uterus.
7. Berikan penjelasan pada ibu tentang tanda-tanda kehamilan secara teratur.
R/ : Deteksi dini adanya komplikasi.
8. Berikan penjelasan pada ibu untuk memeriksakan kehamilan secara teratur.
R/ : Dapat memantau dan mendeteksi adanya komplikasi.
2.3.6 Implementasi
Implementasi yang komprehensif merupakan pengobatan dan perwujudan dari rencana yang telah disusun pada tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan dapat direalisasikan dengan baik apabila dapat diterapkan berdasarkan hakekat masalah, beberapa prinsip dalam pelaksanaan tindakan meliputi :
 Tindakan kebidanan apa yang dapat dikerjakan sendiri, dibantu atau dilimpahkan pada staff.
 Penguasaan pengetahuan dan keterampilan bidan tentang tindakan yang dilakukan.
2.3.7 Evaluasi
Adalah seperangkat tindakan yang saling berhubungan untuk pelaksanaan serta didasarkan atas tujuan dan criteria. Guna evaluasi ini adalah menilai efektifitas serta berbagai umpan balik memperbaiki dalam menyusun langkah baru dalam asuhan kebidanan menunjang tanggung jawab dalam evaluasi dengan menggunakan format SOAP, yaitu :
S (Subyektif) : Menggambarkan pendokumentasian hasil mengumpulkan data klien melalui anamnesa.
O (Obyektif) :
A (Assessment) :
P (Planning) :
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “H” G6 P40014 USIA KEHAMILAN 36 MINGGU FISIOLOGIS
DI BPS SUMOMBITO – JOMBANG
3.1. PENGKAJIAN
Tempat : BPS Umi Azizah Sumombito
Tanggal : 09-05-2011
Jam : 18.00
A. DATA SUBJEKTIF
1. Boidata
Nama klien : Ny. “H”
Umur : 36 tahun
Agama : Islam
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Kawin ke- : 1
Lama kawin : + 20 tahun
Alamat : Dsn. tenggor Ds. madiopuro kec.Sumombito Jombang
Nama suami : Tn. “M”
Umur : 38 tahun
Agama : Islam
Suku/bangsa : Jawa Indonesia
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : TELKOM
Kawin ke- : 1
Lama kawin : + 20 tahun
Alamat : Dsn. tenggor Ds. madiopuro kec.Sumombito Jombang
2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilan yang ke-6 kunjungan ke 10x dengan usia kehamilan 9 bulan
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan keadaannya saat ini ibu dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan sakit seperti : sakit kepala berlebih, gangguan penglihatan, pendarahan pervaginaan, oedem pada wajah dan extremitas dan ibu masih merasakan janin,
4. Riwayat Kesehatan Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah masuk rumah sakit dan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti hypertensi, kencing manis, asma dan juga tidak pernah menderita penyakit menular seperti : TBC dan hepatitis, riwayat penyakit menahun seperti : jantung dan asma
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan bahwa ayah dari ibu menderita penyakit diabetes militus namun tidak menderita hypertensi dan asma, dan tidak menderita penyakit menular seperti hepatitis dan TBC, tidak ada keturunan kembar baik dari keluarga ibu maupun keluarga suami
6. Riwayat Obstentri
a. Riwayat Menstruasi
Menarche : 14 tahun
Siklus : 28 s/d 30 hari
Lamanya : + 7 hari
Banyaknya : Hari 1 – 3 hari ganti pembalut 3 x/hari
Hari 4 – 7 hari ganti pembalut 2 x/hari
Warna : Hari 1 berwarna kehitaman
Hari 2 – 5 berwarna merah
Hari 6 – 7 berwarna kuning
Konsistensi : Encer
Keluhan : Tidak ada keluhan
Flour albus : ada, 2 hari sebelum haid, jumlah sedikit, tidak bau, warna putih, tidak gatal
b. Riwayat Kehamilan Sekarang
Hamil ke- : 6
HPHT : 10-05-2011
UK : 36 minggu
ANC :
TM I : 3x di Bidan dengan keluhan mual dan muntah
Terapinya : B6, Vitamin C,FE
TM II : 3x di Bidan, tidak ada keluhan
Terapi : Fe, Vitamin C
TM III : 2x di specialis kandungan, tidak ada keluhan
Terapi : Vitamin C, Fe
Gerakan janin mulai dirasakan ibu pada usia 16 minggu, pergerakan 24 teraihir 10-15x dengan frekuensi < 15’
Ibu mengatakan tidak pernah merokok, tidak pernah minum – minuman alkoholdan tidak minum jamu – jamuan atau obat yang dijual bebas yang dapat membahayakan kehamilan, ibu hanya minum obat yang diberikan oleh dokter kandungan
Imunisasi TT :
TT : lengkap (5⁺) +TT pada kehamilan ke 6 pada trimester ke-2
c. Riwayat kehamilan, Persalinan dan Nifas Yang Lalu
Kawin ke- Kehamilan Persalinan Nifas
/1 Ke UK Penyulit Penolong Tempat Jenis persalinan Penyakit BBL PBL Umur Jenis Kelainan ASI Penyulit
H A M I L I N I
d. Riwayat Gynekologi
Ibu mengatakan pernah mengalami abortus (keguguran) dan kuretase pada kehamilan ke-5
e. Riwayat KB
Ibu mengatakan tidak pernah memakai KB sebelumnya
7. Pola Kebiasaan Sehari – Hari
a. Pola Nutrisi
 Sebelum Hamil
Makan : 2 x/hari, porsi 1 piring nasi, lauk pauk dengan sayur setiap hari dengan menu yang berbeda setiap hari
Minum : 7 – 8 gelas perhari (air putih, teh,kopi)
 Saat Hamil
Makan : 3 – 4 x/hari ½ piring nasi, lauk (ikan/tahu) nasi, sayur sayuran dengan menu yang berbeda setiap hari
Minum : 7–8 gelas perhari (air putih, teh manis.)
b. Akrtivitas
 Sebelum Hamil
Ibu mengatakan hanya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga, Ibu melakukan pekerjaan Rumah Tangga seperti menyapu, memasak, dan melakukan pekerjaan Rumah Tangga lainnya
 Saat Hamil
Ibu mengatakan masih melakukan pekerjaan Rumah Tangga seperti memasak, menyapu, dan pekerjaan Rumah lainnya
c. Pola Istirahat
 Sebelum Hamil
Siang : 12.00 – 14.00 WIB
Malam : 21.00 – 04.00 WIB
 Saat Hamil
Siang : 12.30 – 15.30 WIB
Malam : 21. 00 – 04.30 WIB
d. Pola Eliminasi
 Sebelum Hamil
BAK : Normal, 1–3 x/hari, warna kuning jernih, bau khas
BAB : Normal, 1–2 x/hari, warna kuning, bau khas, konsistensi lunak
 Saat Hamil
BAK : Lebih sering
TM I : 5 – 10x
TM II : 1 – 4x
TM III : 6 – 10x
Warna kunig jernih, bau khas
BAB : Normal, 1 – 2 x/hari, warna kunig, bau khas, konsistensi lunak
e. Pola Hygiene
 Sebelum Hamil
Mandi 2 – 3 x/hari, gosok gigi 3x/hari, cuci rambut 3 – 4 x/minggu
 Saat Hamil
Mandi 3 x/hari, gosok gigi 3 x/hari, ganti pakaian dalam 2 x/hari, cuci rambut 3 x/minggu
f. Pola Seksualitas
 Sebelum Hamil
Ibu mengatakan melakukan hubungan sexualitas 3 – 4 x/minggu, tidak ada keluhan
 Saat Hamil
TM I : 2x/minggu, tidak ada keluhan
TM II : 2 – 3 x/minggu, tidak ada keluhan
TM III : 2 – 4 x/minggu, tidak ada keluhan
8. Pola Psikosial
 Ibu mengatakan, ibu dan keluarganya sangat menginginkan kehamilan ini
 Hubungan pasien dengan suaminya, keluarga dan tetangganya baik, dan rukun
9. Latar Belakang
 Selama hamil ibu tidak pernah tarak makan – makanan
 Ibu mengatakan tidak pernah minum jamu – jamuan
B. DATA OBJEKTIF
1. Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Cara berjalan : Tegak, normal,(lordosis)
TB sebelum hamil : 158 cm
BB sebelum hamil : 46 kg
TB saat hamil : 158 cm
BB saat hamil : 56 kg
Kenaikan berat badan : 10 kg
LILA : 26,5 cm
2. TTV
Tensi : 110/70 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Suhu :36.4 0C
RR :24 x/menit
3. Pemeriksaan Fisik
a) Inspeksi
Kepala : Bersih, tidak ada, rambut lurus, warna hitam, tidak ada ketombe
Muka : Tidak pucat, tidak ada oedem, tidak ada jerawat, tidak ada lesi
Mata : Konjungtiva merah muda, simetris, sclera putih, tidak ada oedem
Hidung : Bersih, tidak ada secret, tidak ada pernafasan cuping, tidak ada kelainan bentuk, tidak ada lesi
Mulut dan gigi : Mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis lidah bersih, tidak ada caries, gusi tidak berdarah
Telinga : Simetris, bersih, tidak ada serumen
Leher : Bersih, tidak ada lesi, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
Axilla : Bersih, tidak ada lesi, tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Mammae : Simetris, tidak ada lesi, putting susu menonjol, hiperpigmentasi areola mammae, payudara membesar (normal) /
Abdomen : Pembesaran membujur, tidak ada luka bekas operasi/SC, tidak terdapat strie livid
Punggung : Bersih, tidak ada kelainan pada tulang vertebrata
Genetalia : Tidak ada pengeluaran darah pervaginam
Anus : Bersih, tidak hemoroid, tidak ada lesi
Ekstremitas atas : Simetris, tidak oedem, tidak ada kelainan jumlah jari, dan tidak ada kelainan gerak
Ekstremitas bawah : Simetris, oedem pada ke-2 kaki, tidak ada kelainan jumlah jari, dan tidak ada gangguan pergerakan, reflek patella /
b) Palpasi
Kepala : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan, rambut tidak rontok
Leher : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada kandungan vena jugularis
Axilla : Tidak ada nyeri tekan, dan tidak ada pembesaran kelenjar lemfe
Mammae : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan abnormal ASI belum keluar (-)/(-)
Abdomen
Leopold I :TFU 28 cm, bagian fundus teraba bulat, lunak, tidak melenting
Leopold II : Bagian perut ibu sebelah kiri teraba keras datar seperti papan (punggung), sebelah kanan teraba bagian kecil janin
Leopold III : Bagian terendah janin teraba bulat, keras, melenting (kepala), belum masuk PAP
Leopold IV : –
TBBJ : (28-12)×155 = 2480 gram
c) Auskultasi
Dada : Tidak ada ronchi dan weezing, suara nafas bersih
Abdomen : DJJ 
140 x/menit, terdengar teratur di punggung kiri
d) Perkusi
Abdomen : Tidak ada meteorismus
Reflek patella : /
4. Pemeriksaan Luar
 Distasia spinarum : 25 cm
 Distasia cristarium : 33 cm
 Konjunggata externa : 26 cm
 Lingkar panggul : Tidak terkaji
5. Pemeriksaan Laboratorium
––
6. Pemeriksaan Penunjang
USG
Scor puji rochayati
• Kehamilan telalu tua ≥ 35 tahun : 4
• Terlalu banyak anak,4/lebih : 4
• Skor awal ibu hamil : 2
Total : 10(resiko tinggi)
3.2. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH
Dx : Ny. “H” G6 P40014, UK 36 minggu, tunggal, hidup, letak kepala intrauterine, keadaan umum ibu dan janin baik
Ds : Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya yang ke 10x dengan usia kehamilan 9 bulan
Do : – Keadaan umum : Baik
 Kesadaran : Composmentis
 HPHT : 10082010
 TP : 17052011
 UK : 36 minggu
 Observasi TTV
Tensi : 100/70
N : 80x/menit
S : 36.4 0C
RR : 24 x/menit
 Palpasi
Leopold I : TFU 28 cm, bagian fundus teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong)
Leopold II : Bagian perut ibu sebelah kiri teraba keras, datar seperti papan (punggung), sebelah kanan teraba bagian kecil janin
Leopold III : Bagian terendah janin teraba bulat, keras, melenting (kepala), belum masuk PAP
Leopold IV : –
Auskultasi :
DJJ : 140 x/menit (11,12,12), terdengar teratur di punctum maximum (puki)
Masalah : -
Kebutuhan :
 Istirahat yang cukup
 Nutrisi ade kuat
 Menjaga personal hygiene
3.3. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
––
3.4. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Konsultasi : dengan Dokter specialis kandungan
Kolaborasi : dengan Dokter Specialis kandungan
3.5. INTERVENSI
Dx : Ny. “R” G6 P40014 UK 36 minggu, tunggal, hidup, letak kepala intrauterine, keadaan umum ibu dan janin baik
Tujuan : Setelah melakukan Asuhan Kebidanan selama 1×45 menit diharapkan ibu mengerti penjelasan yang diberikan oleh petugas kesehatan
Kriteria :
Hasil – k/u : Baik
 Kesadaran : Composmentis
 TTV
Tensi : 100/70 mmHg – 130/90 mmHg
Nadi : 80 x/menit -100x /menit
Suhu : 36.5 0C – 37.4 0C
RR : 20 x/menit – 24 x/menit
Punggung : Lordosis
Mammae : Terdapat hyperpigmentasi areola dan papilla mammae, putting susu menonjol dan pembesaran payudara
Auskultasi
DJJ : 140 x/menit-160x /menit
Abdomen
Leopold I : Bagian fundus teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong)
Leopold II : Bagian perut ibu sbelah kiri/kanan teraba keras, datar seperti papan (punggung),
Leopold III : Bagian terendah janin teraba bulat, keras,
\melenting (kepala),
Leopold IV : –
Intervensi
1) Lakukan pendekatan terapeutik dengan klien
R/ untuk terciptanya kepercayaan dan kerjasama dengan petugas kesehatan
2) Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
R/ memberikan penjelasan yang sesuai pada ibu,supaya ibu dapat mengerti tentang kondisi kehamilan dan janinnya
3) Jelaskan perubahan fisiologis TM III
R/ Memberikan penjelasan perubahan fisiologis yang terjadi pada TM III sudah siap untuk menjalani TM III dan siap melaluinya dengan baik
4) Anjurkan ibu untuk melakukan senam pernafasan
R/ Memberikan penjelasan pada ibu bahwa senam pernafasan bermanfaat bagi persalinan
5) Beritahu ibu tanda – tanda bahaya kehamilan TM III
R/ Memberikan penjelasan pada ibu tentang bahaya TMIII agar dapat mendeteksi secara dini adanya kelainan
6) Memberitahu Ibu tanda-tanda persalina
R/ memberikan penjelasan tanda – tanda persalinan diharapkan ibu dapat secara tepat ke pelayanan kesehatan setelah adanya tanda – tanda persalinan
7) Berikan tablet Fe
R/ Mencegah terjadinya adanya anemia pada ibu hamil 8) Anjurkan ibu umtuk control 1 minggu lagi atau sewaktu – waktu jika ada keluhan
R/ mencegah keterlambatan deteksi dini adanya komplikasi atau kelainan pada kehamilan
3.6. IMPLEMENTASI
Tanggal Jam Tindakan
08/12/10 06.30 1.  Lakukan pendekatan terapeutik dengan cara senyum, sapa, salam, memperkenalkan diri dan menjelasakan tujuan dari dilakukannya pemeriksaan
2.  Jelaskan pada ibu tentang pemeriksaan yang telah dilakukan
 Jelaskan pada ibu bahwa keadaan ibu dan janinnya dalam kondisi baik baik saja
Tanggal Jam Tindakan
3.  Menjelaskan pada ibu tentang perubahan fisiologis TM III
 Peningkatan cairan pervaginam
 Kram kaki terjadi karena perubahan metabolisme, tubuh yang dapat menambah keseimbangan asam basa, cairan tubuh dan darah
 Varises : disebabkan karena peningkatan hormone estrogen dan progesterone terutama bayi yang mempunyai bakat/ keturunan
 Sakit punggung : titik berat, badan berpindah kedepan karena perut yang membesar
 Kontipasi pengaruh estrogen dapat menghambat peristaltic usus, menyebabkan kesulitan buang air besar
 Sasak nafas : usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim
4.  Anjurkan ibu untuk melakukan senam pernafasan
Mennutup mulut, tarik nafas dalam – dalam dan mengeluarkannya secara perlahan – lahan melalui mulut, lakukan pernafasan beberapa kali
5.  Memberitahu ibu tanda – tanda bahaya kehamilan TM III
 Perdarahan pervaginam
 Saludo placenta : terlepasnya pacenta sebelum waktunya
 Placenta previa : placenta letak rentah
 Ketuban pecah dini
 Gerakan janin berkurang
6.  Memberitahu ibu tanda – tanda persalinan
 Kenceng – kenceng yang semakin sering dan teratur pada perut
 Pengeluaran darah bercampur lender
7.  Memberikan tablet Fe sebanyak 10 tablet
8.  Menganjurkan ibu untuk kontrol 1 mnggu lagi atau sewaktu – waktu jika ada keluhan
3.7. EVALUASI
Tanggal : Mei 2011
Diagnosa : Ny.”H” G6 P40014, UK 36 minggu, tunggal, hidup letak kepala intrauterine, keadaan umum ibu dan janin baik
S : Ibu mengatakan bahwa sudah mengerti dan memahami tentang penjelasan yang diberikan oleh petugas kesehatan
O : Ibu sudah terlihat mengerti dan memahami penjelasan yang di berikan oleh petugas kesehatan
A : Ny. “H” G6 P40014, UK 36 minggu, tunggal, hidup, letak kepala intrauterine, keadaan jalan lahir norma, keadaan umum ibu baik
P : – Memberitahu ibu untuk control 1 minggu lagi dan jika ada keluhan
 Anjurkan ibu untuk melakukan senam hamil dirumah
 Beritahu ibu untuk mengurangi asupan garam
 Anjurkan pada ibu untuk sering-sering mengepel agar kepala bayi turun/masuk PAP sesuai pada waktunya